13 Desember 2021 - 11:52
Wakil Rakyat Harus Amanah dan Bekerja untuk Kepentingan Bangsa

Para delegasi harus memainkan peran positif di masa depan Irak dengan mengikuti agama dan nilai-nilainya serta menjauhi keinginan dan kepentingan pribadi.

Menurut Kantor Berita ABNA, ulama marja takllid Syiah yang bermukim di Karbala Irak, Ayatullah al-Uzhma Sayyid Muhammad Taqi Modarressi dalam salah satu ceramahnya menekankan Pemilihan umum di Irak adalah peristiwa penting. Ia berkata,  "Terlepas dari poin negatifnya yang menyertai proses pemilihan baru-baru ini. Tetapi pemilihan itu sendiri adalah peristiwa besar dalam sejarah Irak yang telah menderita selama bertahun-tahun dari rezim otoriter dan diktator."

"Meskipun ada kemungkinan memanipulasi beberapa aspek pemilihan, peristiwa penting ini terjadi dan rakyat Irak berpartisipasi di dalamnya dan memilih orang yang mereka inginkan. Tidak ada yang berhak mempertanyakan prinsip pemilu. Kita harus bersyukur atas berkah ini, yang tak tertandingi di negara-negara Arab, dan menggunakan hasilnya untuk membuat peta jalan bagi masa depan Irak dan rakyatnya." Tambahnya. 

Ayatullah Modarresi lebih lanjut meminta mereka yang berhasil mendapatkan kepercayaan rakyat dalam pemilu untuk memenuhi tanggung jawab mereka kepada rakyat Irak dan memperhatikan fakta bahwa mewakili parlemen memiliki banyak pengalaman dan tanggung jawab, dan peluangnya seharusnya tidak digunakan untuk keuntungan pribadi. Para delegasi harus memainkan peran positif di masa depan Irak dengan mengikuti agama dan nilai-nilainya serta menjauhi keinginan dan kepentingan pribadi, pesannya. 

Ayatullah Modarressi juga meminta para cendekiawan, pemikir, dan individu yang berwawasan luas untuk memberikan program kepada para wakil di parlemen agar mereka dapat melaksanakan program yang telah mereka janjikan kepada rakyat.  Ia berkata, "Melestarikan negara adalah tanggung jawab bersama dan tidak ada yang bisa menghindari tanggung jawab ini dengan dalih atau pembenaran apa pun."

Di bagian akhir ceramahnya, Ayatullah Modarresi meminta pihak berwenang Irak untuk menghidupkan kembali industri dan pertanian di Irak, yang merupakan simbol kemajuan negara mana pun. "Tidak masuk akal bahwa kebutuhan Irak harus dipenuhi hanya melalui impor, itu harus swasembada." Tegasnya. 

Ayatullah Modarresi juga menyerukan pembaruan kurikulum pendidikan dari taman kanak-kanak ke universitas, untuk menciptakan generasi spesialis terkemuka di semua bidang ilmu pengetahuan dan memberi manfaat pada dengan dengan kekayaan ilmiahnya.